Minggu, 22 Oktober 2017

Membudiyakan Anggrek Dengan Kualitas yang Baik

Menindaklanjuti kegiatan Pelatihan Budidaya Anggrek dalam rangka pemanfaatan lahan pekarangan yang diadakan satu bulan yang lalu, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri menerapkan ilmu yang didapat untuk mengembangan komoditas anggrek. Terdapat tiga tahapan yang harus dilakukan untuk pengembangan budidaya anggrek, yaitu secara in vitro, aklimatisasi dan penyilangan. Praktek tersebut dilaksanakan di laburatorium Kultur Jaringan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri (12/10).

Anggrek 3Begitu masuk kedalam laboratorium tersebut, kami dari Tim Kominfo dikejutkan dengan banyaknya bibit tanaman anggrek yang telah berhasil dikembangkan oleh tim dari Dinas Pertanian dan Perkebunan. Didalam Lab semua petugas juga sibuk menyiapkan media kultur jaringan anggrek yang berupa VW Vacin-Went (VW). Kemudian menyiapkan pula komposisi nutrisi yang dibutuhkan oleh anggrek seperti agar-agar, gula, vitamin C, Vitamin B dan pupuk.

Dalam proses kultur jaringan pada anggrek benar-benar membutuhkan ketelitian yang luar biasa, semua media yang digunakan harus steril agar bibit tanaman anggrek tidak terkontaminasi oleh jamur yang dapat membunuh anggrek tersebut.

Vinorita salah satu staf yang berhasil mengembangkan budidaya anggrek disini menjelaskan secara detail mulai dari media tanam hingga kami diajak melihat greenhouse tempat anggrek-anggrek ditanaman di media tanam.

anggrek 1Vinorita menjelaskan setelah media yang digunakan bena-benar steril, kemudian bibit anggrek dimasukkan kedalamnya. Setelah masuk secukupnya kita taruh ditempat incubator selama kurang lebih satu minggu, hingga keluar tunasnya. Setelah dilihat jumlah yang ada di dalam botol terus berkembang kemudian kita jarangkan/pisahkan ditempat penjarangan. Saya pastikan tempat penjarangan juga sangat steril agar bebas jamur.

Setelah berusia mencapai umur 6 bulan sampai satu tahun, kita memasuki tahapan aklimatisasi yaitu pemindahan anggrek dari botol ke media tanam. Media tanam yang digunakan adalah moss putih dan arang. Sebelum dipindahkan anggrek dicuci terlebih dahulu sampai berseih lalu direndam dengan fungisida ± 15 menit dan ditiriskan. Jika sudah dirasa bersih kemudian ditanam di single pot untuk perawatannya pada saat udara panas disiram 2X sehari dengan menggunakan pupuk NPK, sedangkan musim penghujan disesuaikan kuncinya jangan sampai akar terlalu lembab sehingga mnjadi sarang jamur.

Anggrek 2

Tahapan yang berikutnya dijelaskan tentang penylingan anggrek yang disampaikan oleh Prasetyo Utomo Koordinator PPL Grogol. Sembari menunjukan anggrek yang akan disilangkan, dia mengatakan tujuan dari penyilangan ini adalah untuk memperbanyak koleksi yang ada di Dinas Pertanian dan Perkebunan Kab. Kediri.

Dengan ahlinya Prasetyo mempraktekan cara menyilangkan anggrek menggunakan alat tusuk gigi. Untuk membedakan antara bunga yang sudah di silangkan dengan yang belum kita hilangkan slah satu mahkota bunga tersebut. Kemudian kita ambil dan kita satukan antara benangsari dan putiknya. Sekarang kita tinggal menunggu hasil dari persilangan tersebut, untuk kita tangkarkan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Widodo Imam Santoso mengatakan Kegiatan kita hari melibatkan karyawan Dinas Pertanian dan Perkebunan. Tujuan Kami adalah Bagaiman kita mencoba untuk menghasilkan tanaman anggrek sendiri yang berkualitas.

Anggrek 4Harapan saya Kabupaten Kediri akan memiliki komunitas pecinta anggrek. Anggrek adalah jenis tanaman bunga yang yang tahan lama tidak mengenal musim, tetapi dalam perawatannya harus dengan penuh kasih sayang.

ditambahkan oleh Arahayu Setyo Adi, SP Plt. Kepala Bidang Hortikultura mengatakan saat ini kita fokus untuk pembudidayaan anggrek yang berkualitas. Secara teknis hari ini kita mempratekkan bagaimana mengembangkan kultur jaringan anggrek yang baik.

Melalui kegiatan ini anggrek yang sudah berhasil di produksi akan disebar ke BPP yang ada di kecamatan seperti Mojo, Ngancar, Kandangan, Grogol. Harapan saya dengan menyebarkan bibi-bibit anggrek ini dapat pula dibudidayakan di BPP. Selama ini yang menjadi kendala adalah banyaknya bibit anggrek yang terkontaminasi oleh jamur sehingga menghambat pertumbuhan anggrek tersebut. terang Adi (Kominfo/lks,tee,wk)

Add comment


Security code
Refresh