Minggu, 22 Oktober 2017

72 Tahun Jawa Timur, Mandiri dan Berdaya Saing Global

12 Oktober menjadi tanggal bersejarah bagi masyarakat Jawa Timur. Tanggal ini diperingati sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Timur. Peringatan Hari Jadi Provinsi tak lepas dari sejarah terbentuknya Pemerintahan Provinsi Jawa Timur, dengan dimulainya penyelenggaraan Pemerintah Provinsi pada tanggal 12 Oktober 1945 dengan Gubernur Pertama RMT Soerjo. Momentum tanggal 12 Oktober inilah yang disepakati sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Timur dan kemudian dituangkan dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur No. 6 Tahun 2007.

prov 3

Tahun ini tepat 72 tahun usia Provinsi Jawa Timur. Tema peringatan Hari Jadi Provinsi kali ini adalah “Peningkatan Sumber Daya Manusia lewat Pendidikan Kejuruan sebagai Solusi menuju Jawa Timur Mandiri dan Berdaya Saing Global”. Upacara peringatan dilaksanakan di halaman belakang Pemkab Kediri dan diikuti oleh para pejabat dan ratusan karyawan-karyawati di lingkungan Pemkab Kediri, serta pelajar perwakilan dari SMA dan SMP di Kabupaten Kediri.

Bertindak selaku Inspektur upacara adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri H. Supoyo, SH. M.Si., sementara Camat Kandangan Sunar Utomo, AP. MM. bertugas sebagai Komandan Upacara. Upacara berlangsung khidmat dan peserta mengikuti seluruh rangkaian upacara yang dimulai pukul 07:00 WIB tersebut.

prov 4

Membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur, Sekda Supoyo mengatakan bahwa peringatan Hari Jadi Provinsi ini merupakan momentum untuk menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan, kebanggaan daerah serta mendorong semangat memiliki dan membangun daerah, serta memperkuat rasa kecintaan masyarakat di wilayah Jawa Timur dalam kerangka NKRI.

Terkait dengan tema peringatan, Sekda Supoyo menjelaskan hal tersebut merupakan tekad dan semangat Provinsi Jawa Timur membangun ekonomi berbasis SDM (Human Development economic Based), agar mampu tumbuh inklusif dan berkelanjutan dengan fokus pada segmen UMKM.

“Semangat dan tekad tersebut sangat relevan dengan persoalan dan tantangan Jawa Timur kedepan yang tidak ringan, yaitu Bonus Demografi yang sudah akan terjadi di Jawa Timur pada tahun 2019 dengan jumlah usia produktif mencapai 69.59%, sedangkan nasional baru terjadi pada tahun 2025,” urainya.

prov 1

Sementara itu dari sisi pertumbuhan ekonomi Jawa Timur, pada semester I tahun 2017 ini tercatat 5.21% dan lebih cepat dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5.01%. Namun demikian, masih ada pekerjaan rumah yang perlu mendapatkan porsi kebijakan strategis yang tinggi, yaitu adanya pertambahan angkatan kerja baru serta jumlah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur, dimana pada Februari 2017 mencapai 4.10% atau 855.750 orang.

“Dengan tantangan bonus demografi serta kondisi ketenagakerjaan Jawa Timur, diperlukan dual track strategy, yaitu strategi formal dan strategi non formal, tidak saja untuk penempatan SDM di dunia kerja, namun kita akan ciptakan wirausaha-wirausaha yang mempunyai daya saing untuk menguasai pasar dalam negeri maupun pasar-pasar global,” kata Sekda Supoyo.

prov 2

Strategi formal, lanjut Sekda Supoyo, diarahkan untuk meningkatkan kualitas lulusan SMK dengan menambah kualitas muatan kurikulum yang diampu Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Sementara itu strategi non formal diarahkan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja terampil bersertifikat melalui pelatihan kerja dan SMK mini. Dual track strategy tersebut diarahkan untuk membangun SDM berkualitas, dimana produk-produk mereka pun memiliki daya saing tinggi dan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi Jawa Timur.

Di akhir sambutannya, Sekda Supoyo mengingatkan bahwa ada faktor non ekonomi yang sangat menentukan dan menjadi prasyarat penting dalam pembangunan ekonomi melalui peningkatan kualitas SDM, yaitu aman dan nyaman. “Marilah kita bersama Forkopimda, para Bupati dan Walikota bersama masyarakat dan dunia usaha, bergandengan tangan membangun Bumi Pertiwi Jawa Timur, menuju kesejahteraan yang lebih baik serta berkeadilan dalam bingkai NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” tegas Sekda Supoyo. (Kominfo/yda,lks,tee,wk)

Add comment


Security code
Refresh