Kamis, 19 Oktober 2017

Mental Health In The Workplace, Melewati Gelap Menuju Terang.

Hari ini (10/10) diselenggarakan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Manusia dengan segenap mimpi dan cita-cita harus berkejar-kejaran dengan waktu. Kadang manusia tidak menyadari bahwa justru dengan pembatasan waktu akan membantu manusia keluar dari ranah mimpi dan sungguh berupaya mencapai cita-citanya. Dari sana Bumi belajar, "Depresi bukan batasan atau kesimpulan, tapi jadi landasan untuk titik tolak menuju kebangkitan.

ODGJ MLATI 1

Undang-Undang (UU) No. 18 tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa. Hari Kesehatan Jiwa Sedunia mengambil tema “Kesehatan Jiwa Yang Prima Mewujudkan Produktivitas Kerja dan Kesejahteraan Keluarga. Untuk Kabupaten Kediri diadakan di Sanggar Posyandu Kesehatan Jiwa “Merajut Asa” Desa Mlati Kecamatan Mojo.

Tampak hadir dari Dinas Kesehatan, TP-PKK Kabupaten Kediri, Ketua TP PKK Kecamatan Mojo, Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Bagian Kesra Kabupaten Kediri pendukung dari Puskesmas Mojo juga Kepala Desa Mleti dan perangkat Desa, Babinsa dan Babinkantibmas Desa Mlati dengan peserta ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) sekitar 40 orang yang hadir.

ODGJ MLATI 2

Sebelum acara dimulai para ODGJ melaksanakan senam kesegaran jasmani dipandu salah satu Staf Puskesmas Mojo, dengan penuh semangat mereka berusaha menirukan instruktur senam dengan lagu-lagu yang sedang ngeteren saat ini koplo jadi membuat semua ikut bergoyang tidak terkecuali para peserta yang menemani juga ikut menirukan instruktur.

Kepala Desa Mlati Drs.Musa menyampaikan ucapan terimakasih juga bersyukur baik dari Pemerintah Kabupaten Kediri maupun Kecamatan Mojo dan juga Puskesmas, karena Desa kami bisa diselenggarakan Hari Kesehatan Jiwa Se Dunia Tahun 2017. Dengan kebersamaan ini mereka bisa sehat dan gembira bersama dengan kita semua.

Melalui beberapa kegiatan yang sampai hari ini, sebenarnya dari Desa Melati ada rencana untuk menganggarkan Posyandu, mulai Posyandu Balita, Posyandu Lansia, Pospindu juga Posyandu Kesehatan Jiwa, saya berharap kegiatan ini merupakan satu kesatuan yang tidak bisa ditinggalkan atau dipisahkan. Apalah artinya kita membangun fisik, dan lainnya kalau tidak berimbang.

ODGJ MLATI 3

Termasuk pendidikan, peningkatan ekonomi, keamanan lingkungan dan sebagainya yang merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Keberhasilan ini tidak lepas dari bantuan semua pihak untuk membangun mental yang lebih baik lagi. Yang paling penting dukungan dari masyarakat itulah yang sangat kami harapkan untuk bisa membantu menangani para ODGJ ini menjadi lebih sehat dan seperti kita semua pada umumnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr.Adi Laksono, M.M.RS diwakili Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Etik Siti Rahayu, SKM menyampaikan bahwa dalam rangka Hari Kesehatan Jiwa Se Dunia saya sangat berterimakasih kepada teman-teman dari Puskesmas Mojo yang sudah menghadirkan teman-teman untuk bersenang-senang bersama kita semua. Kami berharap apa yang sudah dilakukan oleh Puskesmas Mojo bisa juga dilakukan Puskesmas lain se Kabupaten Kediri.

ODGJ MLATI 4

Kedepannya untuk penderita ODGJ harus kita tangani segera, dan bersama-sama juga menghadirkan lintas sector dan lintas program sehingga mereka bisa bermanfaat bagi orang lain terlebih lagi untuk dirinya sendiri. Support juga untuk Puskesmas Mojo ataupun dari Kecamatan supaya kegiatan ini bukan hanya di Desa Mlati saja tapi bisa mencakup desa-desa lain se Kecamatan Mojo.

Rencananya tahun 2018 akan diadakan pelatihan untuk kader posyandu jiwa yang ada di 26 Kecamatan. Untuk yang belum membentuk Posyandu Jiwa saya berharap mulai sekarang bisa membentuk posyandu jiwa. Karena untuk standar minimalnya ODGJ bisa ditangani secara maksimal, dan sesuai standart. Juga kita selalu bekerjasama dengan Dinas Kominfo Kabupaten Kediri supaya kegiatan ini bisa dilihat dan dipromosikan melalui website Pemerintah Kabupaten Kediri www.kedirikab.go.id.

ODGJ MLATI 5

Indra Basuki salah satu relawan juga salah satu staf di Puskesmas Kecamatan Mojo memberitahukan bahwa di Kecamatan Mojo ada 12 Desa. Pada program kesehata jiwa kami mendata ada sekitar 162 penderita gangguan jiwa berat. Bersama masyarakat kami bisa menangani penderita ODGJ hanya separohnya saja. Kami berharap supaya penanganan ini bisa berjalan dengan baik bersama tim melakukan pembinaan lewat Posyandu Jiwa.

Dengan adanya Posyandu Jiwa perkembangannya lebih cepat karena kita bisa sering, bisa komunikasi dengan baik dan orang-orang dengan gangguan jiwa kalau mereka bisa berkumpul dengan banyak orang mereka bisa memberikan dampak yang positif atau semangat bahwa masa depan bisa diraih. Kami relawan sekitar 30 orang juga termasuk Bapak Kepala Desa Mlati dan juga yang lainnya.

Kami juga selalu mempromosikan bahwa ODGJ bisa disembuhkan, supaya konotasi yang negative bisa kita patahkan, mereka bisa berkreasi, bisa mandiri, bisa hidup normal seperti dengan kita bahkan saya bisa menjamin mereka bisa lebih baik kalau dia sudah sembuh dengan komitmennya. Karena mereka tidak mau membohongi orang sekali dibohongi mereka tidak akan percaya lagi. Terang Indra.

ODGJ MLATI 6

Untuk kendala karena sanggar yang kami tempati saat ini masih menyewa dan belum punya sanggar sendiri, juga ada sekitar 7 ODGJ yang menginap di sanggar kami, pembiayaan lain-lain kami masih mencari bantuan juga di bantu oleh Kepala Desa Mlati dan Puskesmas Mojo dalam hal memberikan makanan, minuman, ketrampilan, alat-alat ketrampilan yang kami punya masih sangat sederhana.

Kesulitan kami pada modal juga untuk membuatkan mereka kerajian tangan, seperti membuat sula dari tali raffia, kedepannya kami akan ajarkan mereka untuk menjahit, monggo untuk para donator yang terketuk hatinya bisa membantu kami untuk memberikan motivasi juga tempat berlindung bagi para ODGJ yang saat ini hadir sekitar 40 orang, tercatat ada yang dari Papar, Purwoasri, Wates dan Tulungagung. Sedangkan ODGJ yang sudah sembuh dan bekerja sekitar 15 orang. Terangnya penuh harap untuk membantu ODGJ bisa sembuh.

Bumi mengatakan ia memiliki tanggung jawab moral kepada pembaca dan pendengar. Dalam gelap kau tak perlu mencari terang. Seringkali memang banyak suara lantang, beserta pikiran-pikiran yang tak mau duduk tenang. Tapi mari kuberitahu Gelap bukanlah batasan atau kesimpulan. Ia menjadi landasan, titik tolak menuju kebangkitan. (Kominfo, Yrpd, Ans, Wk).